Copyright © Supangat Abdurrafi
Mobile: 0815-972-8337
Email: supangatabdurrafi@yahoo.com
Milikilah asuransi saat anda  "merasa tidak perlu",  sebab saat anda  "merasa perlu"  jangan-jangan sudah terlambat.
Home Konsep Dasar Belajar Produk Data Asuransi Cara Klaim Belajar Polis Renungan






 Reksadana 

Protected by Copyscape Plagiarism Finder

Reksadana adalah bentuk investasi kolektif yang merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manager Investasi.

Reksadana merupakan instrumen investasi yg mempunyai 2 ciri utama, yaitu:
1. Pooling Fund
  Manager Investasi menampung dana masyarakat melalui penjualan unit penyertaan investasi. Unit penyertaan investasi ini dapat dibeli oleh siapa saja , baik investor besar maupun investor kecil, baik lembaga maupun perorangan.
2. Diversifikasi Risiko
  Karena uang yang dikelola jumlahnya sangat besar maka Manager Investasi dapat memperkecil risiko dengan cara menyebar risiko ke berbagai tempat investasi dengan pertimbangan yang sangat matang dan cermat.

Coba anda bayangkan, berapa banyak saham yang bisa dibeli oleh investor dengan uang Rp 5 juta ? Kalau 1 lembar saham harganya Rp 2.500,-, maka investor tersebut akan mendapatkan 2000 lembar. Kalau jumlah minimal pembelian per jenis saham adalah 1000 lembar ( 2 lot ), maka berarti investor tersebut hanya bisa membeli 2 jenis saham. Kalau kedua saham itu itu harganya naik, maka beruntunglah investor itu. Akan tetapi kalau harga sahamnya turun, maka rugilah dia. Kemungkinan lainnya adalah salah satu sahamnya naik dan satunya lagi turun. Berarti risikonya dibagi 2. Kalau yang satu turun, masih ada harapan yang satunya naik sehingga bisa memperkecilkan kerugiannya. Nah, investor akan lebih aman jika risikonya bukan hanya dibagi 2 tetapi disebar ke berbagai jenis saham. Sehingga peluang untuk terjadinya kerugian dibuat menjadi sekecil mungkin, karena satu saham yang harganya turun akan ditopang ( disangga ) oleh saham-saham lain yang potensi naiknya lebih besar. Itulah fungsi dari diversifikasi risiko.

Manager Investasi ( MI ) bisa melakukan diversifikasi risiko ( berarti bisa membeli banyak jenis saham ) karena uang yang dikelolanya banyak sekali, bukan hanya Rp 5 juta atau Rp 10 juta. Dari manakah uang yang banyak itu ? "Pooling Fund". Itu hasil penggabungan dari banyak investor, ada investor besar dan ada juga investor kecil. Ada investor yang berinvestasi lebih dari Rp 50 juta, dan ada juga investor yang bersinvestasi Rp 500 ribu. Jadi, dengan reksadana, orang yang punya Rp 500 ribu bisa menikmati instrumen investasi dengan sifat-sifat yang sama dengan instrumen investasi yang dinikmati oleh orang yang punya Rp 50 juta.

Untuk mengakomodir tipe investor yang berbeda-beda maka dibuatlah setidaknya 4 macam reksadana, yaitu:
1. Reksadana pasar uang ( RDPU ),
  dananya dialokasikan ke pasar uang: deposito / SBI.
Deposito dan SBI merupakan instrumen investasi yang risikonya sangat rendah. Namun demikian imbal hasil yang bisa didapatkan pun tergolong sangat rendah, biasanya hanya terpaut sedikit dari besaran inflasi; ( biasanya setelah dipotong pajak angkanya menjadi lebih rendah daribesaran inflasi ). Akan tetapi RDPU bisa lebih menguntungkan daripada deposito biasa ( deposito berjangka / time deposit ) karena Manager Investasi ( MI ) bisa bernegosiasi untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih besar.
2. Reksadana pendapatan tetap ( RDPT )
  dananya dialokasikan ke obligasi.

 halaman 2 >>> 


Top